Media Massa Radio
LATAR BELAKANG
Mempelajari komunikasi elektronik,
maka radio adalah salah satu yang
terpenting. Kita hidup di masa sekarang ini dengan mudah dapat menikmati
penyiaran radio dan telinga kita di manjakan melalui bunyi-bunyian dan suara. Boleh jadi kita tidak tau pasti bahwa
penyiaran radio sudah masuk dalam kehidupan manusia, langsung maupun tidak
langsung bisa mengubah kebiasaan sosial, dan mencerna berita atau memperoleh
informasi yang datangnya dari luar rumah melalui reporter atau penyiar sebuah stasiun
penyiaran radio.
Lanjutan
Radio merupakan salah satu media
komunikasi lisan. Sebagai seorang penyiar yang profesional, kita harus mampu
menyampaikan pesan atau berita lebih efektif dari pada di komunikasikan melalui
kata-kata yang tertulis. Komunikasi lisan tidak akan efektif apabila penyiar
radio gagal menyampaikan materi dengan jelas serta meyakinkan.
Komunikasi lisan yang baik terjadi
apabila pendengar mendapatkan kesan yang tidak di putarbalikan dan efektif atas
buah pikiran penulis, yang di sampaikan secara ad libs oleh
pembicara/penyiar, dengan menekankan kata-kata pada setiap bagian kalimat yang
menjadikan seluruh naskah di fahami.
Rumusan
Masalah
- Sejarah dan Perkembangan Radio
- Performance Radio
- Karakteristik Radio
- Target Market
- Keunggulan dan Kelemahan Radio
- Sejarah
dan Perkembangan Radio
q
Sejarah
ditemukannya radio dimulai di Inggris dan Amerika Serikat. Donald McNicol dalam
bukunya Radio‘s Conguest of Space menyatakan bahwa terkalahkannya ruang
angkasa oleh radio dimulai tahun 1802 oleh Dane, yaitu dengan ditemukannya
suatu pesan dalam jarak pendek dengan menggunakan alat sederhana berupa kawat
aliran listrik.
Penemuan berikutnya adalah oleh 3
orang cendekiawan muda, diantaranya James Maxwell berkebangsaan Inggris pada
tahun 1865. Ia dijuluki scientific father of wireless, karena berhasil
menemukan rumus-rumus yang diduga mewujudkan gelombang elektromagnetik, yakni
gelombang yang digunakan radio.
Radio
yang digunakan sebagai alat atau media komunikasi massa (broadcasting)
mula-mula diperkenalkan oleh David Sarnoff pada tahun 1915. Kemudian Le
De Forrest melalui eksperimen siaran radionya telah menyiarkan kampanye
pemilihan presiden Amerika Serikat tahun 1916, sehingga ia dikenal sebagai
pelopor radio siaran.
Setelah melakukan percobaan
berulang-ulang, lahirlah hubungan radio telegrafi antar negeri Belanda dan
Hindia Belanda, kemudian dilanjutkan dengan adanya hubungan radio telefoni
antara negeri Belanda dan jajahannya Hindia Belanda. Kemud ian bermunculan radio amatir yang di
dalam beberapa hal dibantu oleh teknik radio PTT yang membuat pemancar dan
penerima sendiri.
Pada tanggal 16 Juni 1925 lahirlah
siaran radio yang pertama, yaitu Bataviase Radiovereniging (BRV)
yang didirikan oleh Weltevreden yang menurut aktenya didirikan untuk
selama 29 tahun. Anggota-anggota BRV secara gotong-royong mengumpulkan uang
untuk membeli alat-alat dan dibuatlah pemancar kecil, sedangkan tempat
siarannya mula-mula dilangsungkan dari salah satu ruangan di Hotel des Indes. Kemudian
BRV mempunyai gedung siaran sendiri yang megah untuk ukuran waktu itu.
Pada tanggal 1 April 1933 lahir satu
radio siaran di Solo, yaitu Solose Radiovereniging (SRV) atas
inisiatif Mangkunegoro VII. Tahun 1934 lahir pula radio siaran di Solo dengan
nama Siaran Radio Indonesia di bawah asuhan Surhamijoyo dan Mulyadi
Joyomartono. Tidak berapa lama kemudian muncul pula siaran di Surabaya dan
Semarang.
Performance
Radio
Siaran sebagai output stasiun
penyiaran yang di kelola oleh organisasi penyiaran merupakan hasil perpaduan
antara kreativitas manusia di dukung oleh peralatan dengan perkataan lain antar
perangkat keras dan perangkat lunak.
Perangkat keras terdiri diri:
~Saranan
dan prasarana
~Pemancar
dan perangkatnya
Perangkat
lunak terdiri dari:
~Manusia
yang mengelola siaran ( termasuk manajemen )
~Program
Karakteristik
Radio
Auditif.
Kaya Imajinasi
Teater Pikiran
Segmentasi
Radio Untuk Jutaan Orang
Kecepatan radio
Radio tidak
memiliki batas
Kesederhanaan radio
Radio murah
Radio sebagai
latar belakang
Radio selektif
Radio memiliki ruang
Kepribadian radio
Radio
Mempunyai Musik
Radio
Lebih Akrab
Target
Market
Yang menjadi sasaran penyiaran radio
adalah khalayak luas. Radio di bagi menjadi dua yaitu radio kumunitas dan radio
komersil. Radio komunitas memiliki jarak jangkauan yang lebih pendek dari pada
radio komersil. Target market radio tergantung dengan jarak jangkauan radio
tersebut.
Dari kajian penulis, hampir 98% di
rumah-rumah paling tidak memiliki satu set radio. Apabila kita teliti sekarang
setiap rumah bisa memiliki dua radio atau bahkan lebih.
Keunggulan
dan Kelemahan Radio
a. Keunggulan Radio
Cepat
dan langsung
Akrab
Dekat
Hangat
Sederhana
Tanpa
batas
Murah
Bisa
mengulang
Fleksibel
Mudah
di cerna
b. Kelemahan Radio
oSelintas
oGlobal
oBatasan
waktu
oBatasan
waktu
oBeralur
linier
oMengandung
gangguan
KESIMPULAN
Dunia Penyiaran, dalam hal ini Radio
Siaran berkembang pesat seiring dengan tingkat peradaban manusia dan kemajuan
teknologi komunikasi. Radio siaran sebagai penyalur informasi dan pembentuk
pendapat umum perannya sangat strategis. Di era global terlebih sejak Indonesia
memasuki era reformasi, dengan kebebasan mengakses dan memperoleh informasi
yang semakin terbuka. Dunia penyiaran memiliki potensi besar untuk mempengaruhi
masyarakat luas dan menjadi medium informasi tercepat, interaktif langsung
dengan masyarakat.
DAFTAR PUSTAKA
M.
Romli, Asep Syamsul. Jadi Penyiar Itu Asyik Lho.Bandung : NUANSA. 2007
M.
Romli, Asep Syamsul. Broadcast Journalism. Bandung : NUANSA. 2004
Pane,
Teddy Resmisari. Speak Out. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama. 2004
Prayudha,
Harley. Radio. Malang : Bayumedia Publishing. 2004
Riswandi.
Dasar-dasar Penyiaran. Yogyakarta : Graha Ilmu. 2009
http://basithjournalist.blogspot.com/2008/03/karakteristik-radio.html